Orang tua tentu mengasuh anak dengan penuh kasih sayang. Namun mengasuh anak hanya dengan memberi teladan saja tidak cukup untuk mempengaruhi anak menjadi orang yang baik dan penyayang. Setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda. Beberapa anak merespon positif apa yang mereka lihat dan mereka mencoba menirunya. Namun sayangnya sebagian anak merespon kasih sayang dengan cara yang berbeda. Mereka terus kekanak-kanakan dan akhirnya tumbuh menjadi egois dan nakal.
Sebagai orang tua, kita jangan berasumsi bahwa anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih sayang pasti secara alami menjadi anak yang baik dan penuh kasih sayang pula. Jangan pula menganggap pembentukan karakter adalah tugas sekolah ataupun pemimpin agama. Kita sebagai orang tua harus mengasuh anak-anak kita dengan baik, melatih dan membimbing mereka.
Hal yang perlu Orang Tua ketahui :
- Cinta
dan kasih sayang yang kita berikan kepada anak-anak kita harus
diimbangi dengan ketegasan dan kedisiplinan. Bila tidak, resikonya
anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois dan keras kepala atau
bandel. Mengasuh anak dengan kasih sayang bukan berarti memberikan
apapun yang anak kehendaki.
- Luapan
cinta kasih orang tua kepada anak-anak, sering membuat mereka merasa
pusat tumpuan kasih sayang orang tuanya. Mereka menerima kasih sayang,
Ajarkan anak bahwa kita harus lebih banyak memberi daripada menerima.
Biasakan agar mereka saling berbagi, misalnya berbagi makanan dengan
saudaranya atau berbagi mainan.
- Sikap Anda harus konsisten dalam merespon perilaku mereka. Misalnya, bila anak Anda merampas mainan milik teman atau saudaranya, jangan dibiarkan karena Anda lelah. Nantinya anak Anda akan bingung mana yang baik dan mana yang tidak baik.
- Jadilah teladan yang baik. Bersikaplah ramah, lembut, dan selalu membantu orang lain.
- Jangan pernah lupa untuk mengajar dan menanamkan ajaran agama di dalam hati anak-anak Anda, karena agama apapun yang baik selalu mengajarkan kasih sayang dan welas asih kepada sesama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar